<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://reformed.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reformed.ac.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 19:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>(2) Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam-suam kuku (Wahyu 3) &#8211; Robert Murray McCheyne</title>
		<link>http://reformed.ac.id/2-keadaan-laodikia-yang-tidak-dingin-dan-tidak-panas-atau-suam-suam-kuku-wahyu-3-robert-murray-mccheyne/</link>
		<comments>http://reformed.ac.id/2-keadaan-laodikia-yang-tidak-dingin-dan-tidak-panas-atau-suam-suam-kuku-wahyu-3-robert-murray-mccheyne/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 12:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Hans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puritans]]></category>
		<category><![CDATA[3]]></category>
		<category><![CDATA[dingin]]></category>
		<category><![CDATA[keadaan]]></category>
		<category><![CDATA[laodicea]]></category>
		<category><![CDATA[laodikia]]></category>
		<category><![CDATA[mccheyne]]></category>
		<category><![CDATA[murray]]></category>
		<category><![CDATA[panas]]></category>
		<category><![CDATA[robert]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reformed.ac.id/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[KEADAAN LAODIKIA, YANG TIDAK DINGIN DAN TIDAK PANAS ATAU SUAM-SUAM KUKU (WAHYU 3:14-22)
Dengan izin penerbit BPK Gunung Mulia (www.bpkgm.com)
Judul: Tujuh Permata Sukacita

2. Apa yang tidakmereka miliki
Orang yang suam-suam kuku tidak peduli dengan dosa. &#8220;Karena engkau berkata, Aku kaya dan aku telah meperkaya diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.&#8221;
Di sinilah sumber dan akar ketidakjelasan mereka. Mereka memiliki hamba-hamba Tuhan, Alkitab, dan sakramen. Mereka tahu banyak tentang teologi namun mereka belum pernah sadar akan dosa mereka. Ketika Sang Penghibur datang, pekerjaan pertama yang dilakukan-Nya adalah menyadarkan hati orang tentang dosa; namum mmereka tidak pernah menyadari dosa mereka. Karya Roh Kudus belum pernah menyentuh hati mereka. Mereka belum pernah melihat diri mereka sebagai orang-orang yang malang dan celaka. Mereka belum pernah melihat kutukan yang mengerikan pada setiap jiwa yang belum bertobat, yang hatinya mati, busuk, dan rusak, hati yang mustahil berpaling kepada Kristus tanpa kuasa ilahi.
Orang yang suam-suam kuku itu tidak pernah sadar ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEADAAN LAODIKIA, YANG TIDAK DINGIN DAN TIDAK PANAS ATAU SUAM-SUAM KUKU (WAHYU 3:14-22)</strong></p>
<p>Dengan izin penerbit BPK Gunung Mulia (<a href="http://www.bpkgm.com">www.bpkgm.com</a>)<br />
Judul: <strong>Tujuh Permata Sukacita<br />
</strong></p>
<p><strong>2. Apa yang tidakmereka miliki</strong><br />
<em>Orang yang suam-suam kuku tidak peduli dengan dosa.</em> &#8220;Karena engkau berkata, Aku kaya dan aku telah meperkaya diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.&#8221;<br />
Di sinilah sumber dan akar ketidakjelasan mereka. Mereka memiliki hamba-hamba Tuhan, Alkitab, dan sakramen. Mereka tahu banyak tentang teologi namun mereka belum pernah sadar akan dosa mereka. Ketika Sang Penghibur datang, pekerjaan pertama yang dilakukan-Nya adalah menyadarkan hati orang tentang dosa; namum mmereka tidak pernah menyadari dosa mereka. Karya Roh Kudus belum pernah menyentuh hati mereka. Mereka belum pernah melihat diri mereka sebagai orang-orang yang malang dan celaka. Mereka belum pernah melihat kutukan yang mengerikan pada setiap jiwa yang belum bertobat, yang hatinya mati, busuk, dan rusak, hati yang mustahil berpaling kepada Kristus tanpa kuasa ilahi.<br />
Orang yang suam-suam kuku itu tidak pernah sadar betapa miskinnya mereka. Bahwa mata Allah mereka bukanlah apa-apa. Mereka tidak pernah menyadari kebutaan mereka, yang menutupi hati mereka. Mereka pun tidak menyadari keadaan mereka yang sesungguhnya setelah mereka ditelanjangi murka Allah.</p>
<p>Inilah alasan mengapa orang seperti itu tidak dingin dan tidak panas. Inilah alasan mengapa mereka bisa duduk tenang dan tidak tergerak mendengar khotbah-khotbah Epafras yang membangun dan penuh kasih, serta surat-surat Paulus yang lemah lembut. Saudara terkasih, di sinilah sumber ketidakjelasan Anda. Anda berkata, &#8220;Aku kaya&#8221;. Anda tidak menyadari kesalahan dan kebusukan hati Anda sendiri. Kalau saja Allah menyingkirkan penutup hati Anda, dan menunjukkan keadaan diri Anda yang celaka itu, sandainya Allah menyingkapkan hati Anda, yang keras, bebal dan mati itu, maka gereja takkan suam-suam kuku lagi. Anda takkan lagi menjadi orang formalis. Kiranya Allah berkarya di dalam diri Anda.</p>
<p><em>Orang yang suam-suam kuku tidak begitu tertarik berhubungan dengan Tuhan.</em> Sebaliknya orang percaya berusaha mengakrabkan dirinya dengan Tuhan. Entah ia menyadari kehadiran Kristus maupun tidak, jiwanya sangat dekat dengan Kristus. &#8220;Di bawah naungan-Nya aku berteduh, mengecap betapia manis buahnya&#8221;. Disitu tak terdapat yang suam-suam kuku. &#8220;Kucari, tetapi tak ketemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak ketemui dia. &#8220;Mespikun demikian, tetap saja ada rasa lapar dan haus yang sama akan Kristus. Orang-orang Laodikia tidak pernah merasakan ini.<br />
Sahabat-sahabat yang baik, bagaimana dengan Anda? Pernahkah Anda bersukacita karena berada dalam naungan-Nya? Apakah buah-buah-Nya terasa manis bagi Anda? Mampukah Anda berserah sambil berkata bahwa meskipun hati Anda remuk redam Anda merindukan Kristus? Apakah Anda menikmati doa pribadi Anda? Bisakah Anda berserah dan tekun berdoa? Apakah Anda menyukaqi doa keluarga?<br />
<em><br />
Mereka tidak sungguh-sungguh menyatakan kehendak Kristus.</em>  Bila jiwa seseorang benar-benar bersatu dengan Kristus, pasti ia akan berjuang  menyatakan kehendak-Nya. Sepatutnya  persekutuan orang percaya, sehati dan sejiwa menyatukan kehendak Kristus. Mereka tidak lagi mementingkan dirinya sendiri, pasif, dan penuh perhitungan. Apakah kehendak Kristus &#8220;sudah tak bermakna lagi?&#8221; Apakah Israel sudah berbalik  lagi  pada apa yang dulu ditentangnya? Kemudian manusia tersungkur di hadapan Allah. Apakah ada orang berdosa yang bertobat? Orang itu akan melihat kasih karunia Allah dan bersukacita. Apakah telah diusahakan agar kerajaan Sang Penyelamat diperluas? Kiranya manusia siap membantu melaksanakannya dengan hati, tangan, dan segala yang ada padanya. Oh, alangkah indahnya orang percaya sejati di dalam Yesus! Sama seperti Barnabas, ia menjual semua milikna dan meletakkannya di kaki rasul. Ia bagaikan berkas cahaya yang memancar dari Matahari Kebenaran. Hatinya dipenuhi kasih karunia Tuhan Yesus.</p>
<p>Saudara-saudara terkasih, bagaimana dengan Anda? Bersediakah Anda menyerahkan diri dan diserahkan dalam pelayanan yang diberkati ini &#8211; untuk berusaha lekih keras daripada apa yang pernah Anda lakukan dalam pelayanan Kristus? Betapa banyak orang yang berkata tidak. &#8220;Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dinging dan tidak panas.&#8221;</p>
<div id="attachment_197" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/mccheyne-e1314881087297.jpg"><img src="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/mccheyne-150x150.jpg" alt="mccheyne 150x150 (2) Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam suam kuku (Wahyu 3)   Robert Murray McCheyne" title="Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam-suam kuku (Wahyu 3) - Robert Murray McCheyne" width="150" height="150" class="size-thumbnail wp-image-197" /></a><p class="wp-caption-text">Keadaan Laodikia (Wahyu 3) - Robert Murray McCheyne</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reformed.ac.id/2-keadaan-laodikia-yang-tidak-dingin-dan-tidak-panas-atau-suam-suam-kuku-wahyu-3-robert-murray-mccheyne/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(1) Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam-suam kuku (Wahyu 3) &#8211; Robert Murray McCheyne</title>
		<link>http://reformed.ac.id/keadaan-laodikia-wahyu-3-robert-murray-mccheyne/</link>
		<comments>http://reformed.ac.id/keadaan-laodikia-wahyu-3-robert-murray-mccheyne/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 12:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Hans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puritans]]></category>
		<category><![CDATA[3]]></category>
		<category><![CDATA[dingin]]></category>
		<category><![CDATA[keadaan]]></category>
		<category><![CDATA[laodicea]]></category>
		<category><![CDATA[laodikia]]></category>
		<category><![CDATA[mccheyne]]></category>
		<category><![CDATA[murray]]></category>
		<category><![CDATA[panas]]></category>
		<category><![CDATA[robert]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reformed.ac.id/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[KEADAAN LAODIKIA, YANG TIDAK DINGIN DAN TIDAK PANAS ATAU SUAM-SUAM KUKU (WAHYU 3:14-22)
Dengan izin penerbit BPK Gunung Mulia (www.bpkgm.com)
Judul: Tujuh Permata Sukacita

Di dekat daerah pantai Asia Kecil terdapat reruntuhan Efesus kuno yang indah. Puing-puing Kuil Diana masih bisa dilihat, dan di sisi bukit, arenanya yang luas masih ada, tempat Demetrius mengumpulkan khalayak ramai yang biasanya mengucapkan pujian, ‘Besarlah Artemis
dewi orang Efesus.’
Di tempat itulah Paulus bekerja keras siang malam dengan berurai air mata. Namun demikian, mereka telah meninggalkan apa yang sangat mereka puja-puja dulu. Kaki dian itu telah diangkat dari
tempatnya, dan tak tersisa seorang pun penduduk Efesus yang memuja Artemis. Sekarang kota itu sunyi dan menjadi monumen gereja yang telah meninggalkan pujaannya dulu itu.
Sekitar seratus lima puluh kilometer ke arah pedesaan tampak reruntuhan sebuah kota lain, yang nyaris terkubur karena gempa bumi. Daerah reruntuhan ini sangat luas, dan yang tinggal di situ hanyalah binatang-binatang buas. Hanya inilah yang tersisa dari Laodikia.
Paulus ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEADAAN LAODIKIA, YANG TIDAK DINGIN DAN TIDAK PANAS ATAU SUAM-SUAM KUKU (WAHYU 3:14-22)</strong></p>
<p>Dengan izin penerbit BPK Gunung Mulia (<a href="http://www.bpkgm.com">www.bpkgm.com</a>)<br />
Judul: <strong>Tujuh Permata Sukacita<br />
</strong><br />
Di dekat daerah pantai Asia Kecil terdapat reruntuhan Efesus kuno yang indah. Puing-puing Kuil Diana masih bisa dilihat, dan di sisi bukit, arenanya yang luas masih ada, tempat Demetrius mengumpulkan khalayak ramai yang biasanya mengucapkan pujian, ‘Besarlah Artemis<br />
dewi orang Efesus.’<br />
Di tempat itulah Paulus bekerja keras siang malam dengan berurai air mata. Namun demikian, mereka telah meninggalkan apa yang sangat mereka puja-puja dulu. Kaki dian itu telah diangkat dari<br />
tempatnya, dan tak tersisa seorang pun penduduk Efesus yang memuja Artemis. Sekarang kota itu sunyi dan menjadi monumen gereja yang telah meninggalkan pujaannya dulu itu.<br />
Sekitar seratus lima puluh kilometer ke arah pedesaan tampak reruntuhan sebuah kota lain, yang nyaris terkubur karena gempa bumi. Daerah reruntuhan ini sangat luas, dan yang tinggal di situ hanyalah binatang-binatang buas. Hanya inilah yang tersisa dari Laodikia.<br />
Paulus sering bergumul mendoakan kota ini dan ia sudah berkali-kali mengirimkan surat-suratnya ke sana. Sekarang tempat itu cuma merupakan monumen sebuah gereja yang percaya akan yang llahi namun menyangkali kuasa-Nya. Efesus menjadi peringatan bagi saudara-saudara yang telah menerima kasih karunia Allah, namun enggan meninggalkan apa yang dipujanya. Laodikia menjadi peringatan bagi Anda yang dari luar tampak kristiani, namun belum pernah mengalami kebenaran dari kuasa yang menyelamatkan. ‘Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak ding in dan tidak panas.’<br />
Mari kita lihat!<br />
<strong>KEADAAN LAODIKIA, YANG TIDAK DINGIN DAN TIDAK PANAS ATAU SUAM-SUAM KUKU</strong></p>
<p>Kita akan melihat:<br />
<strong>1 . APA YANG PERNAH MEREKA MILIKI</strong><br />
Mereka memiliki semua ciri khas gereja. Mereka memiliki pewarta kabar baik bagi gereja (hamba Tuhan), yang ditunggu-tunggu pelayanannya. Kristus mengirimkan pesan melalui para pelayan mereka. Mereka memiliki tempat ibadah. Mereka memiliki Alkitab. Mereka memiliki surat-surat yang ditulis Paulus kepada mereka, seperti yang dapat Anda baca di dalam Kolose 4:16.<br />
Mereka memiliki hamba-hamba Tuhan yang bekerja keras di antara mereka, misalnya Epafras yang menurut catatan Paulus sangat terbeban dan bersusah payah melayani jemaat di Laodikia (Kol 4:13). Paulus sering berdoa bagi mereka, dan Epafras sangat tekun berdoa. Tak diragukan lagi, firman Tuhan telah sering disampaikan dengan setia kepada mereka, dan mereka pun sering mengadakan Perjamuan Kudus. Namun demikian, Saksi yang benar itu berkata, ‘Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.’<br />
Hai saudara-saudaraku, bukankah banyak dari antara Anda yang seperti itu juga? Anda juga memiliki ciri-ciri khas gereja, juga punya hamba Tuhan yang telah ditetapkan oleh Tuhan, yang pelayanannya Anda nantikan. Anda memiliki Alkitab, dan khotbah-khotbah yang disampaikan sesering yang Anda mau. Anda sudah menerima surat-surat, dan para hamba Tuhan yang dengan tekun mendoakan Anda. Meskipun demikian, saksi yang setia dan benar itu mungkin saja berkata tentang banyak dari antara Anda, ‘Aku tahu segala pekerlaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.’ Hak-hak istimewa secara lahiriah tidak dengan sendirinya membuat seseorang menjadi sungguh-sungguh Kristen. Sahabat-sahabat yang terkasih, saya heran karena sebagian besar dari Anda disebut orang Kristen yang hidup namun Anda mati. Mereka memiliki banyak pengetahuan. Memang beralasan untuk mengatakan bahwa gereja di Laodikia tahu banyak tentang lnjil. Seperti yang telah saya katakan, tampaknya Paulus sudah sering menulis surat kepada mereka, dan tak diragukan lagi Epafras sangat bersusah payah dan bertekun di antara mereka. Sebab seorang hamba Tuhan yang sungguh-sungguh tekun berdoa selalu bekerja dengan keras di antara jemaatnya. Jadi besar kemungkinan jemaat di Laodikia sudah menerima banyak pengarahan mengenai lnjil. Meskipun demikian, Tuhan Yesus Kristus yang mampu melihat sampai ke dalam hati berkata, ‘Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.’<br />
Saudara-saudara, saya cemas dengan Anda. Ada begitu banyak di antara Anda yang berpengetahuan luas tentang Alkitab. Anda telah membaca Alkitab sampai habis. Anda telah mempelajari dan menghafal sebagian besar isinya! Ada banyak di antara Anda yang sudah mempelajari katekisasi, memiliki pengetahuan yang benar tentang teologi. Ada banyak di antara Anda yang mampu menguraikan makna semua perjanjian, dan demikian pula mengenai pendamaian Allah dengan manusia serta kehendak bebas manusia! Sebagian besar dari antara Anda tahu banyak tentang buku-buku yang bagus &#8211; misalnya yang ditulis Boston, Willison, Flavel, dan ‘menurut mereka dunia ini tidak layak dihuni’. Banyak orang yang pandai menilai khotbah. Anda tahu mana khotbah yang baik. Anda mampu membedakan apa kata lnjil dan mana yang disebut khotbah yang kosong. Namun, hati Anda mungkin keras dan belum disucikan. Yesus bisa saja berkata kepada Anda, ‘Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.’ Saya tahu ada banyak hamba Tuhan yang sama seperti orang Gibeon. Mereka meretas belantara dan mengantar jemaat ke sumber air. Mereka bagaikan penunjuk jalan, yang tetap berdiri tegak. Saya yakin Yudas juga tahu tentang yang llahi, dia pandai berkata-kata, namun berjiwa lblis. Saya yakin lblis juga sangat tahu tentang yang llahi, namun tak berdaya di hadapan-Nya.<br />
Saudara, saya cemas dengan Anda. Pengetahuan yang tidak diarahkan dengan benar sama saja dengan batu kilangan yang bisa menenggelamkan jiwa Anda.</p>
<div id="attachment_197" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/mccheyne-e1314881087297.jpg"><img src="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/mccheyne-150x150.jpg" alt="mccheyne 150x150 (1) Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam suam kuku (Wahyu 3)   Robert Murray McCheyne" title="Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam-suam kuku (Wahyu 3) - Robert Murray McCheyne" width="150" height="150" class="size-thumbnail wp-image-197" /></a><p class="wp-caption-text">Keadaan Laodikia (Wahyu 3) - Robert Murray McCheyne</p></div>
<p><center><a href="http://www.bpkgm.com"><img src="http://bpkgm.com/Images/bpkgm.gif" border="0" title="(1) Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam suam kuku (Wahyu 3)   Robert Murray McCheyne" alt="bpkgm (1) Keadaan Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas atau suam suam kuku (Wahyu 3)   Robert Murray McCheyne" /></a></center></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reformed.ac.id/keadaan-laodikia-wahyu-3-robert-murray-mccheyne/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Yesus ingin makan bersama-sama orang berdosa (Markus 2: 13-17)</title>
		<link>http://reformed.ac.id/tuhan-yesus-ingin-makan-bersama-sama-orang-berdosa-markus-2-13-17/</link>
		<comments>http://reformed.ac.id/tuhan-yesus-ingin-makan-bersama-sama-orang-berdosa-markus-2-13-17/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 08:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Hans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah]]></category>
		<category><![CDATA[bersama-sama]]></category>
		<category><![CDATA[ijsselstein]]></category>
		<category><![CDATA[ingin]]></category>
		<category><![CDATA[kotbah]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[Markus 2: 13-17]]></category>
		<category><![CDATA[orang berdosa]]></category>
		<category><![CDATA[ringkasan]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[sttr]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reformed.ac.id/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Ringkasan kotbah tentang Tuhan Yesus Yang ingin makan bersama-sama orang berdosa (dari Injil Markus 2 ayat 13-17) 
DOWNLOAD LINK: 
Tuhan Yesus ingin makan bersama-sama orang berdosa (Markus 2: 13-17)

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ringkasan kotbah tentang Tuhan Yesus Yang ingin makan bersama-sama orang berdosa (dari Injil Markus 2 ayat 13-17) </p>
<p><strong>DOWNLOAD LINK: <a href="http://www.reformed.ac.id/Markus-2-Yesus-makan-bersama-orang-berdosa.pdf" target="_blank"><br />
Tuhan Yesus ingin makan bersama-sama orang berdosa (Markus 2: 13-17)</a><br />
</strong><div id="attachment_360" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/StMatthewthetaxcollectorbeingcalled.jpg"><img src="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/StMatthewthetaxcollectorbeingcalled-150x150.jpg" alt="StMatthewthetaxcollectorbeingcalled 150x150 Tuhan Yesus ingin makan bersama sama orang berdosa (Markus 2: 13 17)" title="Tuhan Yesus ingin makan bersama-sama orang berdosa" width="150" height="150" class="size-thumbnail wp-image-360" /></a><p class="wp-caption-text">Tuhan Yesus ingin makan bersama-sama orang berdosa</p></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reformed.ac.id/tuhan-yesus-ingin-makan-bersama-sama-orang-berdosa-markus-2-13-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan bagi yang belum bertobat (3) Jospeh Alleine (Alarm to the unconverted)</title>
		<link>http://reformed.ac.id/peringatan-bagi-yang-belum-bertobat-3-jospeh-alleine-alarm-to-the-unconverted/</link>
		<comments>http://reformed.ac.id/peringatan-bagi-yang-belum-bertobat-3-jospeh-alleine-alarm-to-the-unconverted/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 05:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Hans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Puritans]]></category>
		<category><![CDATA[Alarm]]></category>
		<category><![CDATA[belum bertobat]]></category>
		<category><![CDATA[Jospeh Alleine]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[puritan]]></category>
		<category><![CDATA[reformed]]></category>
		<category><![CDATA[Unconverted]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reformed.ac.id/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Pertobatan tidak terletak dalam kebajikan moral. 
Kebajikan moral tidak melebihi kebajikan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, dan karena itu tidak dapat membawa kita kepada kerajaan Allah (Matius 5:20). Paulus, ketika belum bertobat, dalam hal kebenaran mentaati hukum Taurat, adalah seorang yang tidak bercacat (Filipi 3:6). Orang Farisi dapat berkata, &#8216;Aku bukanlah perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah,&#8217; dan lain-lain. (Lukas 18:11). Engkau harus memiliki sesuatu lebih daripada semua ini, atau jika tidak, bagaimanapun engkau membenarkan dirimu, Tuhan akan menghukum engkau. Aku tidak menghina moral, tapi aku memperingatkan engkau untuk tidak beristirahat di dalamnya. Kesalehan mengandung moral, sebagaimana kekristenan mengandung kemanusiaan, dan sebagaimana amugerah mengandung akal budi; tapi kita tidak boleh menjadikannya terpisah.
Pertobatan tidak terdiri dari konformitas eksternal kepada aturan-auturan kesalehan.
Nyata bahwa orang bisa secara lahiriah menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya (2 Timotius 3:5). Orang bisa berdoa panjang (Matius 23:14), dan sering berpuasa (Lukas 18:12), dan mendengar dengan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertobatan tidak terletak dalam kebajikan moral. </strong><br />
Kebajikan moral tidak melebihi kebajikan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, dan karena itu tidak dapat membawa kita kepada kerajaan Allah (Matius 5:20). Paulus, ketika belum bertobat, dalam hal kebenaran mentaati hukum Taurat, adalah seorang yang tidak bercacat (Filipi 3:6). Orang Farisi dapat berkata, &#8216;Aku bukanlah perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah,&#8217; dan lain-lain. (Lukas 18:11). Engkau harus memiliki sesuatu lebih daripada semua ini, atau jika tidak, bagaimanapun engkau membenarkan dirimu, Tuhan akan menghukum engkau. Aku tidak menghina moral, tapi aku memperingatkan engkau untuk tidak beristirahat di dalamnya. Kesalehan mengandung moral, sebagaimana kekristenan mengandung kemanusiaan, dan sebagaimana amugerah mengandung akal budi; tapi kita tidak boleh menjadikannya terpisah.</p>
<p><strong>Pertobatan tidak terdiri dari konformitas eksternal kepada aturan-auturan kesalehan.</strong><br />
Nyata bahwa orang bisa secara lahiriah menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya (2 Timotius 3:5). Orang bisa berdoa panjang (Matius 23:14), dan sering berpuasa (Lukas 18:12), dan mendengar dengan senang (Markus 6:20), dan sangat giat dalam melayani Tuhan, meskipun memerlukan banyak pengorbanan dan biaya (Yesaya 1:11), namun tidak terhitung di antara mereka yang bertobat. Mereka harus punya lebih dari sekedar pergi ke gereja, memberi persembahan, dan berdoa, untuk membuktikan diri mereka petobat-petobat yang sejati. Tidak ada pelayanan secara lahiriah yang tidak dapat dilakukan oleh seorang munafik, bahkan sampai membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padanya, bahkan menyerahkan tubuhnya untuk dibakar (1 Korintus 13:3).<br />
<strong><br />
Pertobatan bukanlah sekedar menahan kejahatan melalui pendidikan, hukum, atau kekuatan penderitaan.</strong><br />
Sangatlah biasa dan mudah untuk mengira anugerah sebagai pendidikan; tapi seandainya ini cukup, siapa yang lebih baik daripada Yoas? Selama Yoyada, pamannya, hidup, ia sangat giat dalam melayani Tuhan, dan menyerukan perbaikan rumah Tuhan (2 Raja-raja 12:2,7). Tapi di sini tidak ada apa-apa melebihi pendidikan yang baik selama ini; karena ketika tutornya yang baik diambil ia nampaknya hanyalah seekor serigala yang dirantai, dan jatuh ke dalam penyembahan berhala. </p>
<div id="attachment_374" class="wp-caption aligncenter" style="width: 120px"><a href="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/an_alarm_to_unconverted.png"><img src="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/an_alarm_to_unconverted-110x150.png" alt="an alarm to unconverted 110x150 Peringatan bagi yang belum bertobat (3) Jospeh Alleine (Alarm to the unconverted)" title="Peringatan, Belum, Bertobat, Alarm, Unconverted, Joseph, Alleine, reformed, puritan" width="110" height="150" class="size-thumbnail wp-image-374" /></a><p class="wp-caption-text">Peringatan bagi yg Belum Bertobat, Joseph Alleine (puritan)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reformed.ac.id/peringatan-bagi-yang-belum-bertobat-3-jospeh-alleine-alarm-to-the-unconverted/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keingingan daging dan keinginan Roh (Surat Roma 8:6)</title>
		<link>http://reformed.ac.id/keingingan-daging-roh-joh-owen/</link>
		<comments>http://reformed.ac.id/keingingan-daging-roh-joh-owen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 01:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Hans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puritans]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[John Owen]]></category>
		<category><![CDATA[keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[keingingan]]></category>
		<category><![CDATA[puritan]]></category>
		<category><![CDATA[reformed]]></category>
		<category><![CDATA[roh]]></category>
		<category><![CDATA[Roma 8:6]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reformed.ac.id/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Surat Roma 8:6: Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (Roma 8:6)
Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Hidup&#8230; damai sejahtera&#8230; maut! Siapa yang tidak ingin memilih hidup dan damai sejahtera? Tetapi Paulus berkata bahwa ini hanya dapat dimiliki oleh orang yang berpola pikir rohani. Sebaliknya, tidak berpola pikir rohani akan mendatangkan maut. Paulus tidak memberikan kemungikan ketiga. Jadi, apa yang dimaksud dengan hidup dan damai sejahtera? Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah berpola pikir rohani atau belum? Hal-hal inilah yang akan saya coba selidiki dan uji (&#8230;)
Ini bukanlah hal yang sederhana, karena seringkali secara bersamaan kita dapat merasakan pengaruh keduanya, baik pola pikir rohani maupun pola pikir duaniawi. Orang Kristen akan menyadari adanya peperangan yang tak berkesudahan di antara keduanya (Gal 5:17). Bagaimana kita dapat dengan yakin menyatakan kondisi pikiran kita? Bagaimana kita dapat meyakini bahwa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_393" class="wp-caption aligncenter" style="width: 120px"><a href="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/john-owen1.jpg"><img src="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/john-owen1.jpg" alt="john owen1 Keingingan daging dan keinginan Roh (Surat Roma 8:6)" title="John Owen" width="110" height="149" class="size-full wp-image-393" /></a><p class="wp-caption-text">John Owen</p></div>Surat Roma 8:6: Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (Roma 8:6)</p>
<p>Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Hidup&#8230; damai sejahtera&#8230; maut! Siapa yang tidak ingin memilih hidup dan damai sejahtera? Tetapi Paulus berkata bahwa ini hanya dapat dimiliki oleh orang yang <em>berpola pikir rohani</em>. Sebaliknya, tidak berpola pikir rohani akan mendatangkan <em>maut</em>. Paulus tidak memberikan kemungikan ketiga. Jadi, apa yang dimaksud dengan <em>hidup</em> dan <em>damai sejahtera?</em> Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah berpola pikir rohani atau belum? Hal-hal inilah yang akan saya coba selidiki dan uji (&#8230;)</p>
<p>Ini bukanlah hal yang sederhana, karena seringkali secara bersamaan kita dapat merasakan pengaruh <em>keduanya</em>, baik pola pikir rohani maupun pola pikir duaniawi. Orang Kristen akan menyadari adanya peperangan yang tak berkesudahan di antara keduanya (Gal 5:17). Bagaimana kita dapat dengan yakin menyatakan kondisi pikiran kita? Bagaimana kita dapat meyakini bahwa kita tidak sedang menipu diri sendiri? Berada di bawah kendali suatu pola pikiran duniawi berarti berseteru dengan Allah (Roma 8:8), dan akibatnya kita akan mendapatkan maut (Roma 8:13). Ini merupakan suatu pertentangan tragis dengan hidup dan damai sejahtera!</p>
<p>Apa yang Paulus maksudkan dengan pola pikir rohani? Kata &#8216;roh&#8217; dalam Kitab Suci dapat berarti &#8216;Roh Kudus&#8217; (Roma 8:9), atau &#8216;kehidupan rohani yang dihasilkan oleh Roh Kudus di dalam diri orang percaya&#8217; (Yohanes 3:6). Menurut saya, istilah pola pikir rohani yang Paulus maksudkan di sini menunjuk kepada <em>orientasi kehidupan rohani di dalam diri orang percaya.</em></p>
<p>Kerohanian yang baru ini akan memampukan orang percaya untuk merenungkan dan bersukacita di dalam hal-hal rohani &#8211; hal yang belum pernah terjadi sebelum pertobatan! Orang dunia hanya mengasihi hal-hal duniawi, tetapi orang percaya akan memberikan prioritas yang tinggi untuk dapat lebih mengasihi hal-hal rohani. Kita dapat menerjemahkan istilah pola pikir rohani ke dalam tiga cakupan pengertian: (1) Pikiran yang terus mengarah kepada pemikiran akan hal-hal rohani, dan (2) Kasih terhadap hal-hal rohani yang terus bertumbuh, dan (3) Pengalaman kepenuhan sejati yang diperoleh malalui hal-hal rohani. (&#8230;)</p>
<p>Mungkin anda dapat lebih membantu bila kita juga meninjau pengertian dari ungkapan &#8216;berpola pikir duniawi&#8217;. Ini akan membuat kita dapat lebih menghargai nilai dari suatu pola pikir rohani. Contohnya, pada orang-orang yang berpola pikir duniawi, kecintaan akan hal-hal duniawi akan sangat menguasai pikiran mereka. Tidak ada kasih akan hal-hal rohani pada diri mereka.</p>
<p>Bahkan orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh pun, kadangkala dapat terlalu mencintai hal duniawi. Hal itu mengakibatkan kerohanian mereka menjadi tidak sehat lagi. Orang-orang semacam ini tidak akan memiliki damai sejahtera yang merupakan buah dari kerohanian yang sehat. Sebagian orang mengetahui keberadaan hal-hal rohani, namum tidak berhasil memaksa diri mereka sendiri untuk mencarinya. Maka, dari kesuluruhan contoh di atas terbukti bahwa pola pikir duniawi memang merupakan musuh dari pola pikir rohani.   </p>
<p>Dari: Berpola Pikir Rohani, oleh Dr. John Owen (1616-1683)<br />
Buku diterbikan oleh Lembaga Reformed Injili Indonesia<br />
<a href="http://www.momentum.or.id/index.php?show=mod_cari&#038;f=TkFNQV9CUkc=&#038;q=berpola%20pikir&#038;lang=id" title="Penerbit Mometum" target="_blank"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reformed.ac.id/keingingan-daging-roh-joh-owen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan bagi yang belum bertobat (2) Jospeh Alleine (Alarm to the unconverted)</title>
		<link>http://reformed.ac.id/peringatan-bagi-yang-belum-bertobat-2-jospeh-alleine-alarm-to-the-unconverted/</link>
		<comments>http://reformed.ac.id/peringatan-bagi-yang-belum-bertobat-2-jospeh-alleine-alarm-to-the-unconverted/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 00:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Hans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Puritans]]></category>
		<category><![CDATA[Alarm]]></category>
		<category><![CDATA[belum bertobat]]></category>
		<category><![CDATA[Jospeh Alleine]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[puritan]]></category>
		<category><![CDATA[reformed]]></category>
		<category><![CDATA[Unconverted]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reformed.ac.id/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Pertobatan bukanlah membuat pernyataan bahwa diri kita Kristen. Kekristenan lebih daripada sebuah nama. 
Jika kita mendengar Paulus, kekristenan bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa (1 Korintus 4:20). Jika berhenti menjadi Yahudi dan orang tidak beragama, dan memeluk agama Kristen, adalah pertobatan yang sejati&#8212;sebagaimana inilah yang dimengerti beberapa orang&#8212;tidakkah mereka sama saja dengan orang-orang di Sardis dan Laodikia? Mereka ini adalah orang-orang Kristen secara pengakuan di mulut, dan hanya hidup karena sebuah nama; tetapi karena mereka punya sebuah nama, mereka dihukum oleh Kristus, dan diancam akan ditolak (Wahyu 3:14-16). Bukankah banyak yang menyebut nama Tuhan Yesus, tapi tidak meninggalkan kejahatan (2 Timotius 2:19), dan mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia? (Titus 1:16). Dan akankah Tuhan menerima mereka sebagai petobat sejati? Apa! petobat dari dosa, ketika mereka masih hidup dalam dosa? Ini kontradiksi yang jelas. Tentu, kalau pelita pengakuan secara luar sungguh berarti, gadis-gadis yang bodoh tidak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertobatan bukanlah membuat pernyataan bahwa diri kita Kristen. Kekristenan lebih daripada sebuah nama. </strong><br />
Jika kita mendengar Paulus, kekristenan bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa (1 Korintus 4:20). Jika berhenti menjadi Yahudi dan orang tidak beragama, dan memeluk agama Kristen, adalah pertobatan yang sejati&#8212;sebagaimana inilah yang dimengerti beberapa orang&#8212;tidakkah mereka sama saja dengan orang-orang di Sardis dan Laodikia? Mereka ini adalah orang-orang Kristen secara pengakuan di mulut, dan hanya hidup karena sebuah nama; tetapi karena mereka punya sebuah nama, mereka dihukum oleh Kristus, dan diancam akan ditolak (Wahyu 3:14-16). Bukankah banyak yang menyebut nama Tuhan Yesus, tapi tidak meninggalkan kejahatan (2 Timotius 2:19), dan mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia? (Titus 1:16). Dan akankah Tuhan menerima mereka sebagai petobat sejati? Apa! petobat dari dosa, ketika mereka masih hidup dalam dosa? Ini kontradiksi yang jelas. Tentu, kalau pelita pengakuan secara luar sungguh berarti, gadis-gadis yang bodoh tidak akan ditolak (Matius 25:12). Kita menemukan bukan saja orang-orang yang mengaku Kristen, tapi juga mereka yang mengkhotbahkan Kristus, dan yang mengadakan mujizat, ditolak, karena mereka membuat kejahatan (Matius 7:22-23). </p>
<p><strong><br />
Pertobatan bukanlah memasang lencana Kristus dalam baptisan.</strong><br />
Ananias dan Safira, dan Simon Magus dibaptis seperti yang lain. Betapa banyak yang membuat kesalahan di sini, menipu dan ditipu; bermimpi bahwa kasih karunia yang menyelamatkan pasti berkaitan dengan pelaksanaan baptisan secara lahiriah, sehingga setiap orang yang dibaptis juga dilahirbarukan, bukan hanya secara sakramen, tapi sungguh-sungguh dan sepantasnya. Dengan demikian orang-orang mengira bahwa karena mereka dilahirbarukan ketika dibaptis, mereka tidak memerlukan usaha lebih jauh. Tapi jika ini benar, semua yang telah dibaptis pasti selamat, karena janji pengampunan dan keselamatan diperuntukkan bagi mereka yang bertobat dan dilahirbarukan (Kisah Para Rasul 3:19; Matius 19:28). Dan tentu, seandainya pertobatan dan baptisan itu sama, orang tidak akan perlu apa-apa selain membawa sertifikat baptisan mereka ketika mereka mati, dan dengan bukti sertifikat ini tidak ada keraguan akan penerimaan mereka ke dalam sorga.</p>
<p>Singkatnya, jika pertobatan, atau regenerasi, tidak lebih daripada baptisan, ini akan bertentangan langsung dengan ayat Alkitab, Matius 7:13-14, dan banyak yang lain. Jika ini benar, kita tidak akan berkata lagi, &#8216;sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan&#8217; karena jika semua yang dibaptis diselamatkan, pintu itu terlalu lebar, dan kita akan berkata, &#8216;Lebarlah pintu dan lebarlah jalan yang menuju kepada kehidupan.&#8217; Jika ini benar, banyak orang akan masuk; dan kita tidak perlu mengajar lagi bahwa orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, atau bahwa kita perlu bersemangat memiliki kerajaan sorga, dan berjuang untuk masuk (1 Petrus 4:18; Matius 11:12; Lukas 13:24). Tentu, jika jalannya semudah yang dikira banyak orang, bahwa hampir tidak perlu apa-apa lagi selain dibaptis dan berseru, &#8216;Tuhan, kasihanilah aku,&#8217; kita tidak perlu mencari, mengetuk, dan berjuang, sebagaimana Firman menuntut kita untuk selamat. Lagi, jika ini benar, kita tidak perlu lagi berkata, &#8216;sedikit orang yang mendapatinya;&#8217; kita lebih baik berkata, &#8216;Sedikit orang yang meluputkannya.&#8217; Kita tidak akan lagi berkata, bahwa dari banyak yang dipanggil, hanya &#8216;sedikit yang dipilih&#8217; (Matius 22:14), dan bahwa bahkan dari Israel yang mengaku percaya hanya sisanya akan diselamatkan (Roma 9:27). Jika doktrin ini benar, kita tidak akan lagi berkata bersama murid-murid, &#8216;Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?&#8217;melainkan, &#8216;Siapakah yang tidak dapat diselamatkan?&#8217; Dengan demikian, jika seseorang dibaptis, meskipun ia cabul, pemfitnah atau kikir, atau pemabuk, ia akan mendapatkan kerajaan Allah! (1 Korintus 5:11 dan 6:9,10).</p>
<p>Tapi beberapa akan menukas, &#8216;Mereka ini, meskipun mereka menerima kasih karunia yang melahirbarukan melalui baptisan, kemudian merosot, dan harus diperbarui lagi, atau jika tidak mereka tidak dapat diselamatkan.&#8217;</p>
<p>Aku menjawab, 1. Ada kaitan yang tak dapat disangkal antara regenerasi dan keselamatan, seperti kita telah tunjukkan. 2. Maka orang harus sekali lagi dilahirbarukan, yang merupakan suatu hal yang absurd. Kita bisa juga berharap orang dilahirkan dua kali secara jasmani seperti dua kali dilahirkan dalam kasih karunia! Tapi, 3, dan lebih dari semua itu, ini mendukung apa yang aku pegang, bahwa apapun yang orang lakukan atau berpura-pura untuk menerima dalam baptisan, jika mereka setelah itu ditemukan secara nyata tidak peduli, atau najis, atau legalistik, tanpa kuasa kesalehan, mereka&#8217;harus dilahirkan kembali&#8217; (Yohanes 3:7) atau jika tidak, ditutup dari kerajaan Allah. Jadi mereka tentu memerlukan sesuatu yang lebih untuk membela diri mereka ketimbang regenerasi baptisan mereka.</p>
<p>Di sini engkau melihat bahwa semuanya setuju, bahwa, entah apa yang diterima dalam baptisan, jika orang-orang secara nyata tidak kudus, mereka harus diperbarui dengan perubahan yang menyeluruh dan berkuasa, atau jika tidak mereka tidak dapat lari dari hukuman neraka. &#8216;Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.&#8217; Apakah itu baptisanmu, atau apapun yang engkau sandiwarakan, aku memberi tahu engkau dari Allah yang hidup, bahwa jika siapapun dari engkau adalah orang yang tidak berdoa, atau pencemooh, atau pencinta pergaulan yang bebal (Amsal 13:20), singkatnya, jika engkau bukan seorang Kristen yang kudus, ketat, dan menyangkal diri, engkau tidak dapat diselamatkan (Ibrani 12:14; Matius 15:14).</p>
<div id="attachment_374" class="wp-caption aligncenter" style="width: 120px"><a href="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/an_alarm_to_unconverted.png"><img src="http://reformed.ac.id/wp-content/uploads/2011/09/an_alarm_to_unconverted-110x150.png" alt="an alarm to unconverted 110x150 Peringatan bagi yang belum bertobat (2) Jospeh Alleine (Alarm to the unconverted)" title="Peringatan, Belum, Bertobat, Alarm, Unconverted, Joseph, Alleine, reformed, puritan" width="110" height="150" class="size-thumbnail wp-image-374" /></a><p class="wp-caption-text">Peringatan bagi yg Belum Bertobat, Joseph Alleine (puritan)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reformed.ac.id/peringatan-bagi-yang-belum-bertobat-2-jospeh-alleine-alarm-to-the-unconverted/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

